BREAKING NEWS
Pemerintah mengumumkan kebijakan terbaru terkait ekonomi digital • Pertandingan sepakbola semalam dimenangkan oleh tim nasional • Cuaca ekstrem diprediksi akan melanda sebagian wilayah Indonesia
Pemerintahan Nasional

Wantimpres Dalami Postur APBN 2026-2027, Menkeu Paparkan Kondisi Fiskal

Lenteranegeri | Thursday, 22 October 2026 | 22:05 WIB
Wantimpres Dalami Postur APBN 2026-2027, Menkeu Paparkan Kondisi Fiskal

Foto: Wantimpres undang Kemenkeu

Lenteranegeri.com, Jakarta-Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) meminta penjelasan Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengenai kondisi fiskal nasional dan postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026-2027. Pembahasan mencakup pendapatan, belanja, pembiayaan negara, hingga alokasi anggaran untuk sejumlah sektor prioritas.

Pembahasan itu berlangsung dalam rapat pleno ketiga Wantimpres yang dipimpin Ketua Wantimpres Pratikno di Gedung Utama Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026.

Pratikno mengatakan kebijakan fiskal memiliki keterkaitan dengan berbagai bidang yang menjadi perhatian Wantimpres. Menurut dia, APBN tidak hanya menyangkut ekonomi dan keuangan, tetapi juga berpengaruh terhadap kebijakan politik, hukum, keamanan, serta kesejahteraan sosial.

"Kami ingin memperoleh gambaran tentang postur kebijakan fiskal kita," kata Pratikno. Ia menegaskan, kebijakan fiskal berkaitan dengan seluruh bidang yang menjadi ruang lingkup pertimbangan lembaga tersebut.

Dalam rapat itu, Suahasil memaparkan perkembangan ekonomi dan kondisi fiskal sepanjang 2026, sekaligus memberikan gambaran mengenai APBN 2027. Materi yang disampaikan meliputi perkembangan pendapatan dan belanja negara, pembiayaan, serta alokasi anggaran untuk perlindungan sosial, penanggulangan bencana, pendidikan, kesehatan, dan ketahanan pangan.

Suahasil juga menjelaskan tiga fungsi utama APBN, yakni alokasi, distribusi, dan stabilisasi. Ketiga fungsi tersebut menjadi instrumen pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas pemerataan kesejahteraan, serta menjaga stabilitas perekonomian nasional.

"Pemerintah akan terus menjaga APBN sebagai instrumen yang menumbuhkan ekonomi, melindungi masyarakat, dan tetap kredibel, sehingga pertumbuhan dapat terus terjaga, kesejahteraan meningkat, dan stabilitas ekonomi tetap kuat," ujar Suahasil.

Ia turut memaparkan peran Kementerian Keuangan dalam mengelola anggaran negara untuk mendukung pelaksanaan program prioritas Presiden. Menurut dia, pelaksanaan program tersebut perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga kesehatan dan kesinambungan fiskal.

Pemaparan Suahasil berlangsung sekitar 30 menit sebelum dilanjutkan dengan diskusi yang dimoderatori Wakil Ketua Wantimpres Muhammad Hatta Rajasa. Sejumlah anggota Wantimpres kemudian menyampaikan pertanyaan, pandangan, dan masukan sesuai bidang keahlian masing-masing.

Rapat tersebut menjadi bagian dari upaya Wantimpres mendalami kondisi fiskal nasional dan arah kebijakan anggaran pemerintah. Hasil pembahasan diharapkan menjadi bahan bagi lembaga itu dalam menjalankan tugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden.

Rapat pleno ketiga tersebut dihadiri Wakil Ketua merangkap Anggota Wantimpres Muhammad Hatta Rajasa, Sekretaris merangkap Anggota Wantimpres Muhammad Qodari, serta sejumlah anggota Wantimpres, antara lain Sinta Nuriyah Wahid, Muhammad Quraish Shihab, Agum Gumelar, Chairul Tanjung, Yahya Cholil Staquf, Jusuf Wanandi, Budi Gunawan, Bambang Soesatyo, Salim Segaf Al-Jufri, Soekarwo, Rocky Gerung, dan Ignasius Jonan, bersama anggota lainnya.

Topik Terkait:

Pemerintahan Nasional
Home Berita Populer
Menu

Cakupan Berita

Kategori Berita

Informasi