LENTERANEGERI.COM, KRAKSAAN - Masyarakat yang membutuhkan vaksinasi internasional di Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Probolinggo tidak selalu dapat memperoleh seluruh jenis vaksin dalam satu tempat. Ketersediaan sejumlah vaksin masih bergantung pada stok, termasuk vaksin influenza dan typhoid yang saat ini belum tersedia.
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam evaluasi pelayanan vaksinasi internasional yang dilakukan BKK Kelas I Probolinggo. Kebutuhan vaksinasi tetap tinggi, terutama bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan ibadah maupun bepergian ke luar negeri.
Kepala BKK Kelas I Probolinggo, dr. Martyanti Sunindio, mengatakan secara umum persediaan vaksin untuk pelayanan sepanjang 2026 telah tersedia. Pengadaan vaksin dilakukan secara terpusat oleh Kementerian Kesehatan berdasarkan usulan kebutuhan yang diajukan BKK.
“Untuk tahun ini stok vaksin sudah ada dan cukup untuk pelayanan vaksinasi. Tetapi memang ada vaksin tertentu seperti influenza dan typhoid yang tidak tersedia. Untuk influenza saat ini sedang habis,” kata Martyanti dalam kegiatan Forum Konsultasi Publik tentang Standar Pelayanan BKK Kelas I Probolinggo di Kraksaan, Rabu (30/9).
Meski terdapat keterbatasan stok, kondisi tersebut tidak berarti masyarakat kehilangan akses terhadap layanan vaksinasi internasional. BKK Kelas I Probolinggo telah memiliki jejaring fasilitas kesehatan mitra yang dapat memberikan layanan vaksinasi sesuai kebutuhan.
“Kalau stok vaksin di kami habis, kami punya fasilitas kesehatan mitra yang bisa menyediakan vaksin. Ada rumah sakit dan klinik yang dapat melakukan pelayanan vaksinasi internasional,” ujarnya.
Di BKK Kelas I Probolinggo sendiri tersedia sejumlah layanan vaksinasi internasional, di antaranya vaksin meningitis dan polio. Layanan tersebut juga dilengkapi dengan sertifikat elektronik International Certificate of Vaccination or Prophylaxis (E-ICV) yang menjadi salah satu dokumen persyaratan perjalanan ibadah umrah sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain vaksinasi untuk kebutuhan perjalanan umrah, BKK juga memberikan layanan yang berkaitan dengan perjalanan internasional lainnya, termasuk vaksin yellow fever. Vaksin typhoid juga menjadi salah satu jenis vaksin yang dibutuhkan dalam konteks perjalanan internasional.
Wilayah Kerja BKK Cukup Luas
Ketersediaan vaksin menjadi perhatian karena kebutuhan pelayanan tidak hanya berasal dari masyarakat Kabupaten Probolinggo. Wilayah kerja BKK Kelas I Probolinggo mencakup sejumlah daerah dan pintu masuk transportasi di Jawa Timur.
Wilayah tersebut meliputi Bandara Abdulrachman Saleh di Malang, sejumlah kawasan di Banyuwangi seperti Pelabuhan Tanjungwangi dan Ketapang serta Bandara Banyuwangi, wilayah Panarukan di Situbondo, Pelabuhan Paiton dan terminal khusus di Kabupaten Probolinggo, hingga Kabupaten dan Kota Probolinggo serta Pasuruan.
“Wilayah kerja kami cukup luas. Ada Malang di Bandara Abdulrachman Saleh, Banyuwangi dengan Pelabuhan Tanjungwangi, Ketapang dan bandara, kemudian Panarukan di Situbondo. Di Probolinggo ada Pelabuhan Paiton dan terminal khusus, serta wilayah Pasuruan dan Kabupaten maupun Kota Probolinggo,” jelas Martyanti.
Untuk mendukung pelayanan tersebut, anggaran vaksinasi BKK Kelas I Probolinggo pada 2026 berada di kisaran Rp1 miliar hingga Rp2 miliar. Pengadaan vaksin dilakukan secara terpusat oleh Kementerian Kesehatan, sementara BKK mengajukan kebutuhan berdasarkan proyeksi pelayanan selama satu tahun.
Martyanti mengatakan pelayanan vaksinasi internasional tidak dapat hanya mengandalkan ketersediaan vaksin di kantor BKK. Keberadaan fasilitas kesehatan mitra menjadi bagian penting dalam menjaga akses masyarakat ketika terjadi kekosongan stok jenis vaksin tertentu.
Masukan Masyarakat Jadi Bahan Evaluasi
Persoalan ketersediaan vaksin juga menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam penyusunan dan evaluasi standar pelayanan BKK. Masukan dari masyarakat, pengguna layanan, serta lintas sektor dinilai penting agar standar pelayanan tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.
“Standar pelayanan yang kami punya harus betul-betul berguna dan bermanfaat serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kami tidak bekerja sendirian. Ada lintas sektor dan lintas program, sehingga masukan dari pengguna jasa dan masyarakat bisa menjadi bahan untuk memperbaiki pelayanan publik,” tutur Martyanti.
Melalui penguatan jejaring fasilitas kesehatan dan evaluasi standar pelayanan secara berkala, BKK Kelas I Probolinggo berupaya memastikan kebutuhan vaksinasi internasional masyarakat tetap dapat dilayani meskipun ketersediaan beberapa jenis vaksin mengalami keterbatasan.