BREAKING NEWS
Pemerintah mengumumkan kebijakan terbaru terkait ekonomi digital • Pertandingan sepakbola semalam dimenangkan oleh tim nasional • Cuaca ekstrem diprediksi akan melanda sebagian wilayah Indonesia
Pemerintahan Internasional

Serangan Drone Hantam Pasar di Abyei, 153 Orang Tewas

Lenteranegeri | Thursday, 22 October 2026 | 16:05 WIB
Serangan Drone Hantam Pasar di Abyei, 153 Orang Tewas

Foto: Drone Hantam Pasar di Sudan

Lenteranegeri.com, Sudan-Serangan pesawat tak berawak atau drone menghantam Pasar Amiet di wilayah Abyei yang disengketakan Sudan dan Sudan Selatan pada Senin, 19 Oktober 2026. Sebanyak 153 orang dilaporkan tewas dalam serangan tersebut. Jumlah korban diperkirakan masih bertambah karena proses evakuasi terkendala kebakaran yang belum sepenuhnya padam.

Menteri Informasi sementara Abyei, Yohana Akol Ngor, mengatakan petugas masih mengevakuasi korban dari lokasi kejadian. Sejumlah jenazah dilaporkan hangus terbakar akibat kobaran api yang melanda pasar di kawasan kaya minyak tersebut.

“Api masih berkobar, jadi proses evakuasi korban meninggal masih berlangsung. Situasinya mengerikan,” kata Ngor, seperti dilaporkan ABC News.

Foto-foto dari lokasi memperlihatkan bangunan rusak, kendaraan hangus, dan kobaran api yang masih membubung. Warga kembali mendatangi pasar untuk memeriksa kondisi lokasi setelah serangan. Seorang saksi mata mengatakan mendengar lima ledakan besar sebelum depot bahan bakar di pasar terbakar.

Saksi tersebut juga melihat sejumlah korban mengalami luka akibat pecahan peluru di bagian perut dan kaki. Kepada Reuters, ia mengaku melihat 28 jenazah terbakar di satu lokasi. Saksi yang meminta identitasnya dirahasiakan itu mengatakan tidak melihat anggota Pasukan Pendukung Cepat (RSF) Sudan maupun pejuang berseragam lainnya di pasar saat serangan berlangsung.

Reuters, mengutip tiga sumber diplomatik, seorang pekerja bantuan, dan seorang ahli konflik, melaporkan bahwa drone menghantam depot bahan bakar yang sebelumnya digunakan RSF untuk memasok kebutuhan mereka. Namun, Angkatan Bersenjata Sudan maupun RSF belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait serangan tersebut.

Serangan itu juga memaksa sekitar 8.000 orang meninggalkan tempat tinggal mereka. Kebakaran yang belum padam menghambat petugas darurat mengevakuasi jenazah. Sementara itu, organisasi kemanusiaan Medecins Sans Frontieres (MSF) menyatakan telah merawat lebih dari 20 korban luka di Rumah Sakit Ameth Bek, dekat lokasi kejadian. Beberapa korban mengalami luka bakar dan membutuhkan penanganan medis.

Pemerintah Sudan Selatan mengecam serangan tersebut dan memanggil Duta Besar Sudan untuk menyampaikan keberatan. Langkah ini diambil di tengah kekhawatiran bahwa perang saudara di Sudan semakin meluas ke kawasan perbatasan. Meski Sudan Selatan menyatakan tidak memihak dalam konflik itu, para ahli menilai Abyei memiliki posisi strategis sebagai jalur transit logistik RSF.

Perang di Sudan pecah pada April 2023 ketika Angkatan Bersenjata Sudan berperang melawan RSF. Konflik berkepanjangan itu telah memicu krisis kemanusiaan, pengungsian massal, dan kerusakan infrastruktur. Serangan drone di Abyei menambah jumlah korban tewas akibat serangan serupa dalam beberapa hari terakhir menjadi lebih dari 250 orang.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) turut mengutuk serangan tersebut. Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, mengatakan organisasi itu terus mengkhawatirkan serangan drone di berbagai wilayah Sudan, terutama karena dampaknya terhadap infrastruktur penting dan masyarakat yang telah lama terdampak perang.

“Kami tetap prihatin dengan serangan pesawat tak berawak yang tiada henti di seluruh Sudan, serta kerusakan yang ditimbulkannya pada infrastruktur penting,” ujar Dujarric. Ia menambahkan, serangan-serangan tersebut memperburuk penderitaan masyarakat yang masih berjuang menghadapi dampak konflik yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun.

Topik Terkait:

Pemerintahan Internasional
Home Berita Populer
Menu

Cakupan Berita

Kategori Berita

Informasi