BREAKING NEWS
Pemerintah mengumumkan kebijakan terbaru terkait ekonomi digital • Pertandingan sepakbola semalam dimenangkan oleh tim nasional • Cuaca ekstrem diprediksi akan melanda sebagian wilayah Indonesia
Edukasi Internasional

Sembunyikan Senapan di Kotak Gitar, Siswa 14 Tahun Tembak Kepala Sekolah di Prancis

Admin Lenteranegeri | Tuesday, 13 October 2026 | 12:46 WIB
Sembunyikan Senapan di Kotak Gitar, Siswa 14 Tahun Tembak Kepala Sekolah di Prancis

Foto: Reuters

Lenteranegeri.com, Paris - Seorang siswa berusia 14 tahun ditahan setelah diduga menembak kepala sekolah dan seorang guru di Joseph Lakanal Middle School, Aubagne, Prancis selatan, Senin (12/10/2026). Senapan berburu yang diduga digunakan dalam aksi tersebut disebut disembunyikan di dalam kotak gitar.

Dikutip dari Al Jazeera, Selasa (13/10/2026), insiden itu memicu kepanikan di lingkungan sekolah. Sejumlah siswa berlarian mencari perlindungan setelah mendengar beberapa kali suara tembakan.

Jaksa Penuntut Umum Marseille, Nicolas Bessone, mengatakan pelaku melepaskan satu atau dua tembakan di lantai pertama sekolah. Tembakan tersebut mengenai kaki kepala sekolah dan seorang guru.

Pelaku kemudian naik ke lantai dua dan kembali melepaskan dua tembakan.

Wali Kota Aubagne, Jean-Pierre Squillari, mengatakan seorang staf sekolah berhasil melucuti senjata pelaku sebelum polisi tiba dan menangkapnya.

Selain kepala sekolah dan guru, seorang lainnya juga mengalami luka akibat terserempet tembakan. Polisi menyatakan kedua korban yang tertembak tidak berada dalam kondisi kritis.

Amunisi yang digunakan dalam insiden tersebut dilaporkan merupakan jenis yang biasa digunakan pada senapan gentel kaliber 12 (12-gauge shotgun).

Siswa Panik dan Berlarian Menyelamatkan Diri

Seorang siswa mengatakan kepada Reuters bahwa guru matematikanya sempat mengira suara tembakan pertama berasal dari aktivitas konstruksi di sekitar sekolah.

Namun, setelah suara tembakan berikutnya terdengar, alarm berbunyi dan para siswa berhamburan keluar dari ruang kelas menuju koridor.

“Kami panik; kami berlari,” kata siswa tersebut.

Ia menjelaskan, terdapat dua jalur yang dapat digunakan untuk menyelamatkan diri, yakni lorong menuju gedung olahraga dan jalur yang mengarah ke luar sekolah.

“Insting untuk bertahan hidup mengambil alih, dan saya berlari ke arah luar,” ujarnya.

Menteri Pendidikan Prancis, Edouard Geffray, turut menanggapi insiden tersebut melalui media sosial X. Ia mengecam tindakan kekerasan yang terjadi di lingkungan pendidikan.

“Tindakan yang tidak dapat diterima ini kembali menjadi bukti meningkatnya kekerasan yang tidak terkendali di masyarakat kita, yang harus kita semua lawan,” tulis Geffray.

Kantor Perdana Menteri Prancis menyatakan bahwa Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pendidikan sedang menuju lokasi kejadian.

Penembakan di Sekolah Tergolong Jarang di Prancis

Insiden penembakan yang melibatkan siswa di lingkungan sekolah tergolong jarang terjadi di Prancis, meskipun sejumlah kasus serupa pernah tercatat.

Pada 2017, seorang siswa berusia 16 tahun yang membawa senapan, pistol, dan granat kecil melepaskan tembakan di sebuah sekolah menengah atas di wilayah selatan Prancis. Peristiwa tersebut menyebabkan tiga siswa dan kepala sekolah terluka.

Sementara itu, belum ada informasi awal yang menunjukkan bahwa penembakan di Aubagne berkaitan dengan aksi protes siswa sekolah menengah atas yang berlangsung di Prancis selama beberapa pekan terakhir.

Aksi protes tersebut dilaporkan berkaitan dengan tuntutan peningkatan sumber daya dan dukungan bagi sekolah.

Topik Terkait:

Edukasi Internasional #paris #Penembakan
Home Berita Populer
Menu

Cakupan Berita

Kategori Berita

Informasi