BREAKING NEWS
Pemerintah mengumumkan kebijakan terbaru terkait ekonomi digital • Pertandingan sepakbola semalam dimenangkan oleh tim nasional • Cuaca ekstrem diprediksi akan melanda sebagian wilayah Indonesia
Pemerintahan Nasional

Prabowo Resmikan 10 Proyek IWIP dengan Investasi Rp 180 Triliun

Lenteranegeri | Thursday, 08 October 2026 | 20:23 WIB
Prabowo Resmikan 10 Proyek IWIP dengan Investasi Rp 180 Triliun

Foto: Prabowo resmikan Proyek IWIP

Lenteranegeri.com, Maluku Utara-Presiden Prabowo Subianto meresmikan rangkaian pengembangan 10 proyek strategis di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis, 8 Oktober 2026. Total nilai investasi proyek tersebut mencapai US$ 10,2 miliar atau sekitar Rp 180 triliun.

Dalam kegiatan itu, Prabowo juga menyaksikan ekspor perdana baterai kendaraan listrik atau EV yang diproduksi di kawasan IWIP. Ekspor tersebut menjadi bagian dari pengembangan ekosistem hilirisasi nikel dan industri kendaraan listrik di Indonesia.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan dari 10 proyek strategis tersebut, empat proyek telah selesai dibangun dan mulai beroperasi. Nilai investasi empat proyek itu mencapai US$ 3,4 miliar atau sekitar Rp 60 triliun.

"Empat proyek sudah selesai dan melakukan seremonial komersial dan juga ekspor senilai US$ 3,4 miliar," kata Rosan saat memberikan laporan kepada Prabowo dalam acara Groundbreaking 11 Ekosistem Hilirisasi Nikel serta Ekspor Perdana Baterai EV di kawasan IWIP.

Sementara enam proyek lainnya baru memasuki tahap pembangunan atau groundbreaking dengan nilai investasi sekitar US$ 6,8 miliar. Proyek tersebut mencakup material baterai berbasis nikel, separator baterai EV, baterai kendaraan listrik, aluminium elektrolit, alat berat berbasis listrik, hingga photovoltaic glass untuk energi surya.

Rosan mengatakan 10 proyek tersebut diperkirakan menciptakan lebih dari 10.000 lapangan pekerjaan. Adapun proyek yang telah selesai antara lain produksi material baterai berbasis nikel, baterai, aluminium elektrolit, dan alat berat berbasis listrik.

Menurut Rosan, investasi di IWIP berasal dari berbagai negara. Kawasan tersebut kini memiliki 52 tenant, termasuk perusahaan dari Australia, India, dan sejumlah negara lainnya. Glencore dan Trafigura disebut menjadi bagian dari perusahaan yang berinvestasi di kawasan industri tersebut.

IWIP telah beroperasi sejak 2018 dan telah menyerap investasi sekitar US$ 20 miliar. Dengan tambahan investasi sekitar US$ 7 miliar dari proyek-proyek yang baru dimulai, total investasi di kawasan itu diproyeksikan mencapai US$ 27 miliar.

"Dan kawasan industri ini memang sejak 2018 telah menyerap investasi US$ 20 miliar, dengan US$ 7 miliar yang baru akan menjadi total US$ 27 miliar," ujar Rosan.

Dari sisi tenaga kerja, Rosan menyebut total penyerapan tenaga kerja di kawasan IWIP telah mencapai sekitar 117.000 orang. Ia mengatakan pengembangan industri hilirisasi di kawasan tersebut terus memberikan dampak terhadap penciptaan lapangan kerja.

Rosan juga menyebut nilai ekspor dari kawasan IWIP sejauh ini mencapai sekitar US$ 11 miliar. Jika digabungkan dengan kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), total nilai ekspor dari kedua kawasan tersebut mencapai US$ 28 miliar.

"Kalau digabungkan dengan kawasan IMIP yang pertama dibangun oleh Tsingshan, itu total ekspornya mencapai US$ 28 miliar atau 10 persen dari total ekspor Indonesia," kata Rosan.

Ia menilai kontribusi kawasan industri berbasis hilirisasi tersebut cukup signifikan terhadap perekonomian nasional. Pengembangan proyek-proyek baru di IWIP diharapkan memperkuat rantai pasok industri baterai kendaraan listrik sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas nikel di dalam negeri.

Topik Terkait:

Pemerintahan Nasional
Home Berita Populer
Menu

Cakupan Berita

Kategori Berita

Informasi