BREAKING NEWS
Pemerintah mengumumkan kebijakan terbaru terkait ekonomi digital • Pertandingan sepakbola semalam dimenangkan oleh tim nasional • Cuaca ekstrem diprediksi akan melanda sebagian wilayah Indonesia
Kesehatan Daerah

Kontak Terputus Sejak Siang, Ayah Sefriel Pertanyakan Kronologi Kematian Putranya di Bromo

Admin Lenteranegeri | Sunday, 18 October 2026 | 19:15 WIB
Kontak Terputus Sejak Siang, Ayah Sefriel Pertanyakan Kronologi Kematian Putranya di Bromo

Foto: Istimewa

Lenteranegeri.com, Probolinggo - Duka mendalam menyelimuti keluarga Sefriel Ardiansyah, atlet panjat tebing asal Kota Probolinggo yang meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Hingga kini, keluarga masih berupaya memahami rangkaian kejadian yang menyebabkan Sefriel berada di lokasi kebakaran hingga akhirnya meninggal dunia.

Ayah korban, Lutfi Zulkifli, mengaku tidak menyangka musibah tersebut menimpa putranya. Sebab, beberapa jam sebelum kabar duka diterima, Sefriel masih sempat berkomunikasi dengan ibunya melalui WhatsApp.

Lutfi menuturkan, komunikasi terakhir itu berlangsung pada Kamis (15/10/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu, Sefriel tengah memantau kondisi kebakaran dan sempat merekam situasi di lokasi, kemudian mengirimkan video tersebut kepada ibunya.

“Jam setengah sebelas masih WhatsApp-an dengan ibunya. Dia sedang memantau api, sempat merekam dan mengirimkan videonya kepada ibunya,” tutur Lutfi saat mengenang komunikasi terakhir dengan putranya, Jumat (16/10/2026).

Namun, sekitar pukul 14.00 WIB, keluarga mulai kehilangan kontak dengan Sefriel. Kekhawatiran Lutfi semakin besar setelah menerima telepon dari Iwan Rosidi, pelatih panjat tebing Kota Probolinggo, yang menyampaikan kabar mengenai kondisi putranya.

“Saat Mas Iwan menelepon, saya tidak percaya. Sebab, sebelumnya anak saya masih berkomunikasi dengan ibunya. Tetapi, setelah berita itu semakin berkembang dan nama anak saya disebut, akhirnya saya berangkat ke lokasi,” ungkapnya.

Lutfi mengaku belum mengetahui secara pasti bagaimana putranya bisa berada di lokasi kebakaran. Padahal, berdasarkan informasi yang diketahuinya, Sefriel bekerja sebagai karyawan bagian engineering di Hotel ARTOTEL.

Dari informasi yang diterima keluarga melalui manajemen hotel, sekitar pukul 09.30 WIB terdapat kegiatan bersih-bersih atau kerja bakti. Sementara itu, kobaran api mulai terlihat sekitar pukul 11.00 WIB. Namun, Lutfi belum memperoleh penjelasan lengkap mengenai aktivitas putranya hingga berada di kawasan kebakaran.

“Dari pihak manajemen, informasi yang saya terima, sekitar setengah sepuluh ada kegiatan bersih-bersih atau kerja bakti. Kemudian, sekitar jam sebelas terlihat kobaran api. Nah, bagaimana anak saya bisa sampai ke sana, itu yang sampai sekarang belum saya ketahui secara pasti,” jelasnya.

Ia juga menyebut, berdasarkan informasi yang diterimanya, Sefriel tidak berada seorang diri di lokasi kejadian. Ada sejumlah orang lain di kawasan tersebut. Bahkan, menurut informasi yang sampai kepadanya, ada orang yang sempat mengambil minuman sebelum kembali ke lokasi.

Meski demikian, Lutfi menegaskan bahwa dirinya belum mengetahui secara utuh urutan kejadian yang menyebabkan putranya menjadi korban dalam peristiwa karhutla tersebut.

Karena itu, ia berharap pihak-pihak terkait, termasuk manajemen hotel dan pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kronologi kejadian. Bagi keluarga, kejelasan informasi menjadi hal penting untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi.

“Saya hanya meminta informasi yang jelas, kenapa anak saya bisa sampai berada di lokasi itu dan bagaimana kronologi kejadiannya. Kami sebagai keluarga ingin mengetahui secara pasti apa yang sebenarnya terjadi,” tegasnya.

Lutfi menambahkan, pihak keluarga sempat menerima penjelasan mengenai peristiwa tersebut dari pihak terkait yang datang ke rumah sakit. Namun, ia masih berharap adanya penjelasan yang lebih terperinci agar seluruh rangkaian kejadian dapat dipahami dengan jelas.

Di mata keluarga, Sefriel dikenal sebagai sosok pendiam dan tidak banyak tingkah. Ia telah menekuni olahraga panjat tebing sejak berusia sekitar delapan tahun. Kecintaannya terhadap olahraga tersebut mengantarkannya menjadi salah satu atlet berprestasi dari Kota Probolinggo.

Sefriel tercatat pernah meraih medali perak pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2023 dan 2025. Ia juga dipersiapkan untuk memperkuat kontingen Kota Probolinggo pada Porprov Jawa Timur 2027.

Kepergian Sefriel meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi pelatih dan rekan-rekan atlet yang selama ini berlatih serta berjuang bersama dirinya. Di tengah kehilangan tersebut, keluarga masih menanti penjelasan yang utuh mengenai peristiwa yang merenggut nyawa putra mereka.

Home Berita Populer
Menu

Cakupan Berita

Kategori Berita

Informasi