BREAKING NEWS
Pemerintah mengumumkan kebijakan terbaru terkait ekonomi digital • Pertandingan sepakbola semalam dimenangkan oleh tim nasional • Cuaca ekstrem diprediksi akan melanda sebagian wilayah Indonesia
Ekonomi Nasional

IHSG Anjlok, Ketum Hipmi Ade Jona Ajak Pengusaha dan Investor Tetap Optimistis

Admin Lenteranegeri | Saturday, 17 October 2026 | 14:32 WIB
IHSG Anjlok, Ketum Hipmi Ade Jona Ajak Pengusaha dan Investor Tetap Optimistis

Foto: Reuters

Lenteranegeri.com, Jakarta - Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi), Ade Jona Prasetyo, mengajak masyarakat, investor, dan pelaku usaha tetap optimistis menyikapi penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (16/10/2026).

Menurut Ade Jona, gejolak pasar saham dalam satu hari tidak serta-merta mencerminkan kondisi perekonomian Indonesia secara keseluruhan. Ia menilai Indonesia masih memiliki fondasi ekonomi, potensi pasar, dan kekuatan sektor riil yang perlu terus dijaga serta dikembangkan.

“IHSG boleh anjlok hari ini, tetapi bukan berarti ekonomi Indonesia tamat,” kata Ade Jona, dikutip dari Antara, Sabtu (17/10/2026).

Ia menegaskan, tekanan di pasar modal perlu disikapi secara proporsional agar tidak memicu kepanikan berlebihan di kalangan masyarakat maupun pelaku usaha.

“Kita tidak boleh kehilangan optimisme hanya karena gejolak pasar dalam satu hari. Indonesia memiliki potensi ekonomi yang besar, pengusaha yang tangguh, dan peluang investasi yang masih sangat luas. Yang dibutuhkan sekarang adalah ketenangan, kepercayaan, dan kerja bersama,” ujar Ade Jona.

Menurutnya, pergerakan pasar modal dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari perkembangan ekonomi global, sentimen investor, hingga kondisi pasar keuangan. Karena itu, fluktuasi IHSG tidak seharusnya menjadi satu-satunya tolok ukur dalam menilai prospek ekonomi nasional.

Ade Jona mengingatkan bahwa dinamika pasar saham merupakan bagian dari aktivitas pasar keuangan. Oleh sebab itu, masyarakat dan pelaku usaha perlu mempertimbangkan kondisi ekonomi secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan.

Hipmi Dukung Upaya Pemerintah Jaga Stabilitas Pasar

Ade Jona menegaskan bahwa Hipmi mendukung langkah pemerintah bersama otoritas keuangan dalam menjaga stabilitas pasar, memperkuat kepercayaan investor, dan memastikan aktivitas ekonomi tetap berjalan.

Menurutnya, situasi pasar yang bergejolak membutuhkan koordinasi antarpemangku kepentingan serta kebijakan yang memberikan kepastian bagi dunia usaha.

“Kami percaya pemerintah memiliki komitmen kuat untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Dalam situasi seperti ini, yang diperlukan bukan saling menyalahkan atau membangun ketakutan, melainkan memperkuat koordinasi, menghadirkan kebijakan yang tepat, dan memberikan kepastian kepada dunia usaha. Hipmi mendukung langkah-langkah pemerintah untuk menjaga kepercayaan pasar,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil keputusan investasi semata-mata karena kepanikan. Menurutnya, kepercayaan investor dan pelaku usaha perlu dijaga agar kegiatan ekonomi tetap berlangsung.

Bagi dunia usaha, kepastian kebijakan dan stabilitas ekonomi menjadi faktor penting dalam menentukan rencana investasi maupun pengembangan bisnis. Karena itu, respons pemerintah dan otoritas keuangan terhadap gejolak pasar turut menjadi perhatian pelaku usaha.

Sektor Riil dan UMKM Jadi Penopang Ekonomi

Ade Jona menilai kekuatan ekonomi Indonesia tidak hanya tercermin dari pergerakan IHSG. Aktivitas industri dan perdagangan, konsumsi masyarakat, investasi produktif, serta perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga berperan penting dalam menopang perekonomian nasional.

Menurutnya, penguatan sektor riil, dorongan terhadap investasi, dan perluasan kesempatan kerja dapat membantu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

“Ekonomi Indonesia jauh lebih besar daripada angka yang bergerak di layar bursa. Ada jutaan pelaku UMKM, pekerja, industri, dan pengusaha yang setiap hari terus menggerakkan perekonomian. Inilah kekuatan yang harus kita jaga. Jangan sampai kepanikan sesaat membuat kita melupakan potensi besar bangsa sendiri,” kata Ade Jona.

Pernyataan tersebut menekankan pentingnya melihat perekonomian melalui berbagai indikator, bukan hanya kinerja pasar saham. Pergerakan IHSG dapat mencerminkan sentimen investor terhadap prospek perusahaan yang tercatat di bursa, tetapi tidak menggambarkan seluruh aktivitas ekonomi nasional.

Karena itu, Ade Jona mengajak masyarakat dan pelaku usaha tetap tenang, menjaga kepercayaan, serta mendukung upaya penguatan ekonomi nasional di tengah dinamika pasar keuangan.

Topik Terkait:

Home Berita Populer
Menu

Cakupan Berita

Kategori Berita

Informasi