BREAKING NEWS
Pemerintah mengumumkan kebijakan terbaru terkait ekonomi digital • Pertandingan sepakbola semalam dimenangkan oleh tim nasional • Cuaca ekstrem diprediksi akan melanda sebagian wilayah Indonesia
Pemerintahan Nasional

Gibran Dorong Teknologi dan Budaya Jadi Penggerak Pariwisata Indonesia

Lenteranegeri | Wednesday, 14 October 2026 | 20:56 WIB
Gibran Dorong Teknologi dan Budaya Jadi Penggerak Pariwisata Indonesia

Foto: Wakil Presiden

Lenteranegeri.com, Jakarta-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendorong pemanfaatan teknologi dan kekayaan budaya untuk meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di pasar global. Menurut dia, inovasi diperlukan agar sektor pariwisata mampu menghasilkan devisa sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.

Gibran menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara utama dalam Wisuda Institut Pariwisata Trisakti Tahun Akademik 2025/2026 di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, Jakarta Selatan, Selasa, 13 Oktober 2026. Sebanyak 669 wisudawan dari program doktor, magister, sarjana, dan sarjana terapan mengikuti prosesi tersebut.

Menurut Gibran, pariwisata memiliki potensi besar menjadi mesin pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, potensi alam dan budaya tidak cukup tanpa pengelolaan yang tepat, inovasi teknologi, serta strategi promosi yang mampu menjangkau wisatawan mancanegara.

“Perlu kita pikirkan saat ini adalah bagaimana teknologi dapat menciptakan nilai tambah bagi pariwisata kita, bagaimana teknologi dapat meningkatkan manfaat langsung bagi masyarakat, bagaimana teknologi dapat membuat keindahan Indonesia ditemukan dunia. Kita ingin menciptakan high quality tourism,” ujar Gibran.

Selain teknologi, Gibran menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat lokal dalam pengembangan destinasi wisata. Ia mengingatkan agar pertumbuhan industri pariwisata tidak hanya menguntungkan perusahaan besar, tetapi juga membuka peluang usaha dan meningkatkan kapasitas ekonomi warga di sekitar kawasan wisata.

Gibran mencontohkan praktik kerja sama Hotel Plataran Bromo dengan petani setempat sebagai pemasok bahan baku restoran, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai penyedia layanan wisata jip Gunung Bromo, serta masyarakat adat Tengger dalam kegiatan wisata edukasi.

“Saya mengapresiasi bagaimana mereka menjalin kerja sama dengan petani sekitar sebagai supplier bahan baku restoran, UMKM sekitar sebagai vendor wisata Jeep Gunung Bromo, masyarakat adat sebagai wisata edukasi mengenal Suku Tengger,” katanya.

Menurut Gibran, model kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa kehadiran perusahaan besar semestinya memperkuat usaha masyarakat, bukan menggantikan atau menggerusnya. Dengan pola kemitraan itu, manfaat ekonomi pariwisata diharapkan dapat dinikmati lebih luas.

Gibran juga menyoroti industri musik dan ekonomi kreatif sebagai sarana memperkenalkan Indonesia kepada dunia. Ia menyebut sejumlah musisi dan karya Indonesia yang mendapat perhatian di luar negeri, antara lain lagu Tulus berjudul Teh Hijau yang populer di Malaysia, grup vokal No-Na yang menduduki puncak salah satu platform musik di Korea Selatan, serta penyanyi Silet Open Up yang karyanya masuk nominasi lagu terbaik Asia di Jepang.

Bagi Gibran, fenomena tersebut memperlihatkan peluang budaya dan kreativitas Indonesia untuk menembus pasar internasional. Pariwisata dan industri kreatif, kata dia, merupakan bagian dari soft power atau kekuatan lunak yang dapat membangun daya tarik Indonesia di mata masyarakat dunia.

“Pariwisata merupakan salah satu instrumen penting dalam soft power Indonesia. Soft power adalah kekuatan suatu bangsa untuk membuatnya dicintai dunia,” ujar Gibran.

Topik Terkait:

Pemerintahan Nasional
Home Berita Populer
Menu

Cakupan Berita

Kategori Berita

Informasi