BREAKING NEWS
Pemerintah mengumumkan kebijakan terbaru terkait ekonomi digital • Pertandingan sepakbola semalam dimenangkan oleh tim nasional • Cuaca ekstrem diprediksi akan melanda sebagian wilayah Indonesia
Otomotif Internasional

Elon Musk Perkenalkan Mobil Terbang, Tesla Roadster Bisa Bermanuver di Udara

Admin Lenteranegeri | Saturday, 17 October 2026 | 08:13 WIB
Elon Musk Perkenalkan Mobil Terbang, Tesla Roadster Bisa Bermanuver di Udara

Foto: Reuters

Lenteranegeri.com, Texas - CEO Tesla, Elon Musk, memperkenalkan mobil sport Roadster generasi terbaru yang dilengkapi teknologi pendorong untuk melakukan manuver di udara. Kendaraan tersebut diperlihatkan dalam demonstrasi di fasilitas SpaceX di Texas, Amerika Serikat (AS), Kamis (15/10/2026).

Dalam demonstrasi yang disiarkan langsung melalui akun Tesla di platform X, Roadster terlihat melaju di lintasan menanjak yang curam sebelum terangkat ke udara, berputar, lalu mendarat kembali dengan keempat rodanya. Teknologi pendorong yang digunakan dikembangkan dengan memanfaatkan keahlian SpaceX di bidang teknologi antariksa.

“Mobil terbang itu nyata,” kata Musk dalam acara tersebut, seperti dikutip AFP, Jumat (16/10/2026).

Meski menampilkan kemampuan yang tidak biasa untuk sebuah mobil sport, Musk mengakui bahwa pengembangan teknologi tersebut masih menghadapi tantangan. Ia juga tidak menjamin seluruh pengembangan akan berjalan sesuai rencana.

“Keberhasilannya tidak dijamin, tetapi kemungkinan besar akan berhasil,” ujarnya.

Tesla menargetkan produksi Roadster generasi terbaru dimulai pada 2028. Namun, demonstrasi yang diperlihatkan sejauh ini belum membuktikan bahwa kendaraan tersebut mampu terbang secara berkelanjutan atau menempuh perjalanan jauh di udara.

Gunakan Teknologi Pendorong dari SpaceX

Roadster terbaru merupakan mobil sport listrik yang dikembangkan Tesla dengan dukungan teknologi pendorong dari SpaceX, perusahaan antariksa yang juga dipimpin Musk.

Berbeda dari mobil konvensional, kendaraan ini dilengkapi sistem pendorong atau thruster yang dirancang untuk menghasilkan dorongan sehingga mobil dapat terangkat dan melakukan manuver tertentu di udara.

Menurut Musk, sistem tersebut memanfaatkan tangki berisi udara bertekanan sangat tinggi. Udara yang dilepaskan melalui nosel khusus menghasilkan gaya dorong untuk membantu kendaraan melakukan gerakan di udara.

Musk menyebut pengembangan tersebut sebagai hasil kolaborasi antara Tesla dan SpaceX.

“Inilah yang terjadi ketika ada kolaborasi antara perusahaan mobil terbaik di dunia dan perusahaan roket terbaik di dunia,” kata Musk.

Dalam demonstrasi di fasilitas pengujian SpaceX, Roadster melaju melalui lintasan yang menanjak hingga berada dalam posisi terbalik. Sistem pengisap membantu kendaraan tetap menempel pada lintasan sebelum mobil meluncur ke udara, berputar, dan mendarat dengan posisi roda menghadap ke bawah.

Laporan Reuters juga menyebut kendaraan tersebut menggunakan sistem pendorong untuk melakukan manuver di udara. Meski demikian, demonstrasi itu belum menunjukkan kemampuan terbang jarak jauh seperti pesawat.

Dengan demikian, kemampuan Roadster yang diperlihatkan saat ini lebih tepat dipahami sebagai manuver udara dalam waktu singkat, bukan penerbangan berkelanjutan layaknya kendaraan udara konvensional.

Produksi Ditargetkan Mulai 2028

Musk menyatakan Tesla menargetkan produksi Roadster terbaru dimulai pada 2028. Pengumuman tersebut kembali menarik perhatian karena pengembangan generasi terbaru mobil sport ini telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Tesla pertama kali memperkenalkan konsep Roadster generasi kedua pada 2017. Namun, rencana produksi kendaraan tersebut mengalami sejumlah penundaan sebelum akhirnya kembali diperlihatkan dalam demonstrasi terbaru di Texas.

Dalam acara itu, Tesla menampilkan sejumlah kemampuan prototipe, termasuk akselerasi dan manuver menggunakan sistem pendorong. Meski demikian, belum semua aspek teknis dan penerapan teknologi tersebut dalam kendaraan produksi massal dijelaskan secara terperinci.

Selain tantangan teknis, Tesla juga perlu memperhatikan aspek keselamatan dan regulasi. Kendaraan yang dirancang untuk melaju di jalan raya sekaligus melakukan manuver di udara membutuhkan standar keselamatan yang berbeda dari mobil sport biasa.

Hingga kini, belum ada kepastian mengenai bagaimana teknologi pendorong tersebut akan diterapkan pada setiap varian Roadster yang nantinya dipasarkan, termasuk batasan penggunaannya di jalan umum.

Mobil Terbang Masih Hadapi Tantangan

Gagasan mengembangkan kendaraan yang dapat digunakan di darat sekaligus di udara bukan hal baru. Salah satu prototipe mobil terbang awal diperkenalkan oleh pelopor penerbangan Amerika Serikat, Glenn Curtiss, pada 1917.

Seiring perkembangan teknologi, sejumlah perusahaan mulai mengembangkan kendaraan yang menggabungkan fungsi transportasi darat dan udara. Kemajuan motor listrik, baterai, serta sistem kendali turut membuka peluang bagi pengembangan konsep tersebut.

Namun, mewujudkan kendaraan yang praktis untuk penggunaan sehari-hari masih menjadi tantangan. Kendaraan semacam ini harus memenuhi kebutuhan daya dorong, stabilitas, efisiensi energi, keselamatan penumpang, dan persyaratan regulasi.

Dalam kasus Tesla Roadster, demonstrasi terbaru menunjukkan bahwa teknologi pendorong dapat digunakan untuk membantu mobil melakukan manuver udara dalam waktu singkat. Akan tetapi, kemampuan tersebut belum membuktikan bahwa Roadster dapat digunakan sebagai mobil terbang untuk perjalanan jarak jauh.

Target produksi pada 2028 juga masih harus melewati berbagai tahapan pengembangan. Karena itu, kemampuan prototipe yang ditampilkan dalam demonstrasi belum dapat dianggap sebagai gambaran pasti dari seluruh fitur kendaraan yang nantinya tersedia bagi konsumen.

Topik Terkait:

Home Berita Populer
Menu

Cakupan Berita

Kategori Berita

Informasi