BREAKING NEWS
Pemerintah mengumumkan kebijakan terbaru terkait ekonomi digital • Pertandingan sepakbola semalam dimenangkan oleh tim nasional • Cuaca ekstrem diprediksi akan melanda sebagian wilayah Indonesia
Pemerintahan Nasional

Dede Indra Apresiasi Pengungkapan 1,16 Ton Ketamin di Perairan Sumatera Utara

Lenteranegeri | Saturday, 24 October 2026 | 18:39 WIB
Dede Indra Apresiasi Pengungkapan 1,16 Ton Ketamin di Perairan Sumatera Utara

Foto: Wakil Ketua Komisi III

Lenteranegeri.com-Jakarta-Wakil Ketua Komisi III DPR RI Dede Indra Permana Soediro mengapresiasi pengungkapan penyelundupan 1,16 ton ketamin hidroklorida (HCL) di perairan Tanjungbalai Asahan, Sumatera Utara. Ia meminta Polri tidak berhenti pada penyitaan barang bukti, tetapi juga membongkar jaringan dan menangkap pengendali di balik penyelundupan tersebut.

Dede mengatakan pengungkapan itu menunjukkan upaya pemberantasan narkotika yang dilakukan Polri bersama sejumlah lembaga penegak hukum. Ia menyebut langkah tersebut sejalan dengan komitmen Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto yang disampaikan saat uji kelayakan di hadapan Komisi III DPR RI.

“Tentu kami di Komisi III DPR RI melihat pengungkapan narkotika dalam jumlah besar itu sebagai bukti bahwa Kapolri benar-benar serius memerangi narkoba seperti yang dipaparkannya dalam uji kelayakan bersama kami,” kata Dede dalam keterangannya, Sabtu, 24 Oktober 2026.

Menurut politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu, pemberantasan narkotika membutuhkan koordinasi lintas lembaga. Operasi tersebut melibatkan Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Ditpolair Baharkam Polri, serta Polda Sumatera Utara.

Dede menilai kerja sama antarlembaga diperlukan untuk memutus rantai peredaran narkotika, mulai dari distribusi hingga jaringan yang mengendalikan penyelundupan. Ia mengatakan aparat perlu mengantisipasi perubahan modus operandi sindikat agar penindakan tidak hanya menyasar pelaku di lapangan.

“Penindakan terhadap narkoba dengan jumlah besar tidak bisa dilakukan oleh satu institusi saja, perlu kerja sama, koordinasi, dan sinergi lintas instansi,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pemberantasan narkotika tidak cukup diukur dari banyaknya barang bukti yang disita. Menurut Dede, aparat perlu melumpuhkan sumber pembiayaan, memutus jalur distribusi, dan mencegah jaringan kembali beroperasi.

Dede meminta penyidik mengusut tuntas kasus tersebut dan memastikan seluruh pihak yang terlibat diproses sesuai hukum. Ia menegaskan dukungan Komisi III DPR RI terhadap upaya Polri membongkar jaringan narkotika, termasuk pihak yang diduga menjadi pengendali.

“Kami di Komisi III DPR mendukung Kapolri untuk terus membongkar peredaran narkoba di Tanah Air. Aparat harus mampu mengikuti perubahan modus sindikat dan menangkap pengendali peredaran narkotika,” katanya.

Sebelumnya, operasi gabungan aparat menggagalkan penyelundupan 1,16 ton ketamin HCL yang diangkut kapal MT Global 168 di perairan Tanjungbalai Asahan, Sumatera Utara. Dalam operasi itu, petugas menangkap delapan awak kapal, terdiri atas tujuh warga negara Indonesia dan seorang warga negara Taiwan.

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengatakan petugas menyita 58 karung ketamin dengan berat bruto 1,16 ton, sejumlah alat komunikasi, serta kapal yang digunakan untuk mengangkut barang tersebut.

Menurut estimasi aparat, pengungkapan itu diperkirakan dapat menyelamatkan sekitar 5,8 juta jiwa dari ancaman penyalahgunaan ketamin. Angka tersebut didasarkan pada jumlah barang bukti yang berhasil diamankan.

Topik Terkait:

Pemerintahan Nasional
Home Berita Populer
Menu

Cakupan Berita

Kategori Berita

Informasi