Lenteranegeri.com, Probolinggo-Anak muda mulai melirik pertanian sebagai peluang usaha yang menjanjikan. Erik Susanto, pemuda asal Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mengembangkan budidaya melon hidroponik yang memungkinkan tanaman dibudidayakan dengan pengelolaan lebih terkontrol tanpa bergantung sepenuhnya pada musim.
Inovasi tersebut mendapat apresiasi dari Ahmad Abdul Qodir atau Gus Qodir, Tenaga Ahli Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT). Ia menilai langkah Erik menunjukkan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam mendorong pembaruan sektor pertanian dan memperkuat ketahanan pangan.
Menurut Gus Qodir, pertanian tidak semestinya dipandang sebagai sektor tradisional yang kurang diminati anak muda. Pemanfaatan teknologi dan kreativitas justru membuka peluang bagi petani untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mengembangkan usaha dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
“Saya bangga melihat anak muda seperti Erik Susanto yang mampu menghadirkan inovasi di sektor pertanian. Ini membuktikan bahwa generasi muda bisa ikut memperkuat ketahanan pangan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat,” ujar Gus Qodir.
Budidaya melon hidroponik memungkinkan kebutuhan nutrisi tanaman diatur sesuai kebutuhan pertumbuhan. Sistem ini juga membuka peluang pengaturan pola tanam yang lebih fleksibel. Dengan pengelolaan yang tepat, petani dapat mengurangi ketergantungan pada kondisi musim, meski produksi tetap dipengaruhi cuaca, lingkungan, dan teknik budidaya.
Selain mendukung produksi pangan, usaha tersebut berpotensi menggerakkan ekonomi desa. Kegiatan budidaya dapat menciptakan peluang kerja dan membuka aktivitas ekonomi di bidang distribusi serta pemasaran hasil panen. Jika dikembangkan secara berkelanjutan, usaha pertanian modern juga berpeluang memperluas akses pasar bagi produk lokal.
Gus Qodir menilai penggunaan pupuk atau nutrisi nonsubsidi dalam budidaya hidroponik dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk bersubsidi. Penggunaan nutrisi yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman memungkinkan pemberian unsur hara dilakukan secara lebih terukur. Namun, efisiensi biaya tetap perlu menjadi pertimbangan agar usaha menghasilkan keuntungan.
Ia berharap pemerintah desa turut membuka ruang bagi tumbuhnya inovasi pertanian melalui dukungan teknologi, peningkatan keterampilan, dan penguatan pemasaran. Menurut dia, potensi lokal perlu dikembangkan agar desa tidak hanya menjadi pemasok bahan pangan, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakatnya.
Bagi Gus Qodir, langkah Erik menunjukkan bahwa inovasi hijau dapat tumbuh dari Kraksaan dan memberi dampak ekonomi yang lebih luas. Keterlibatan generasi muda di sektor pertanian diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan, membuka peluang usaha, serta mendorong kemandirian ekonomi desa di Kabupaten Probolinggo.